Sabtu, 16 April 2011

Rumah Tradisional Limasan Gajah Mungkur

Merupakan rumah tradisional Jawa jenis Limasan yang mememiliki perpaduan model, yaitu bentuk “rumah model limasan” dengan bentuk “ rumah model kampung”. Perpaduan dua buah model rumah jawa ini menjadikan bangunan tersebut memiliki tutup keong pada salah satu konstruksi penutup atapnya sedangkan bagian yang lain menggunakan balok dudur yang membentul atap limasan. Jika dilihat dari sumbu simetris keseluruhan bangunan, maka rumah ini menggunakan setengah model kampung dan setengahnya lagi menggunakan struktur atap limasan. Bangunan ini menggunakan tiang atau saka sebanyak 8 buah, 10 buah dan kelipatan seterusnya. Keseluruhan bangunan ini menggunakan konstruksi kayu keras seperti kayu Jati, kayu sonokeling, kayu nangka dan jenis kayu jawa kuat lainnya. Bangunan ini memiliki satu buah “wuwungan”. Jika dilihat dari bentuknya, bangunan ini dapat diposisikan pada exixting site yang menempel dengan bangunan tetangganya dan dapat ditambahkan besaran ruangnya secara memanjang disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Keseluruhan tiang atau saka berdiri pada pondasi jenis “Umpak” yang biasanya terbuat dari batu keras dan diberi purus pada bagian tengah batunya. Fungsi “purus” tersebut untuk mengunci kestabilan kayu terhadap gaya geser konstruksi. Kayu juga sering digunakan sebagai umpak. Jenis kayu yang digunakan sebagai umpak biasanya bagian terkeras dari batang pohon yaitu bagian bonggol batang kayu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar